“Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada
mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar
dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap
orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.”
Petunjuk
Untuk Mengampuni
Sekarang, mari kita praktekkan tentang
bagaimana melakukan hal ini. Jika kita punya teman sekerja yang naik pangkatnya
karena kita sama-sama percaya Tuhan, saat kita mulai merasa iri dan cemburu, kita
perlu membelikan mereka hadiah.
Ya, kamu dengar aku kan: belikan mereka
hadiah. Itu bekerja. Ketika kita melakukannya, itu merusak kuasa iblis karena
Roma 12:21 mengatakan bahwa kita mengatasi kejahatan dengan kebaikan. Inipun
benar nyata. Aku pernah mempelajari prinsip ini dan itu menjadi perubahan-hidup
untukku.
Apa yang Aku Lakukan Ketika Seseorang
Menyakitiku
Sebagai contoh, beberapa tahun lalu seseorang
memberitahuku tentang orang yang berbisnis dengan ministry (lembaga rohani)
kami dan menghasilkan sangat banyak uang karena hubungan mereka dengan kami. Temanku
pernah masuk ke dalam restoran yang sama, duduk di dekatnya dan mendengar
percakapan mereka, yang mana hanya bercerita tentangku—dan mereka berdua tidak
mengatakan hal-hal baik.
Pertamanya aku merasa marah dan hanya ingin
memberitahunya bahwa dia tidak akan pernah ikut bisnis kami lagi.
Tapi di tempat tidur saat malam, Roh Kudus
berkata kepadaku, "Kamu tidak akan melakukan apapun dari semua itu." Ia
berkata, "Tidak, kamu akan melakukan apa yang kau ajarkan. Kamu akan
membelikannya sebuah hadiah, dan kamu akan memberitahunya betapa kamu
menghargai pelayanan yang dia berikan padamu selama bertahun-tahun ini."
Tiada gunanya, aku menentang pertama. Tapi
secepatnya aku merasa kasihan dan membelikannya hadiah.
Apa
yang Harus Kamu Lakukan Ketika Seseorang Menyakitimu
Saat kuingat tentang situasi itu di mana aku mulai
mengambil tindakan untuk melakukan sesuatu yang baik untuk mereka, itu menjadi
lucu bagiku. Aku tertawa terbahak-bahak di rumahku, semuanya karena diriku.
Dengar: Ketika kita bisa melihat orang yang
mana pernah menyakiti kita dengan rasa kasihan dan mendoakan apa yang Yesus
doakan "…Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat," di situ ada pesta yang berlangsung di dalam kita.
Aku tak habis pikir di saat orang tidak
menyadari apa yang mereka lakukan. Orang yang di restoran yang menceritakanku
tadi tidak punya pikiran tentang apa yang dia lakukan dan posisi bahwa dia
meletakkan dirinya di dalam.